Apa itu Rational Unified Process ???

Diposkan oleh Ridho Novdian

Rational Unified Process

RUP, singkatan dari Rational Unified Process, adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.





 Sejarah

RUP merupakan produk proses perangkat lunak yang awalnya dikembangkan oleh Rational Software. Rational Software diakuisisi oleh IBM pada Februari 2003. Produk ini memuat basis-pengetahuan yang bertautan dengan artefak sederhana disertai deskripsi detail dari beragam aktivitas. RUP dimasukkan dalam produk IBM Rational Method Composer (RM C) yang memungkinkan untuk kustomisasi proses.


Dengan mengombinasikan pengalaman dari banyak perusahaan, dihasilkan enam praktik terbaik untuk rekayasa perangkat lunak modern:

1   Pengembangan iteratif, dengan risiko sebagai pemicu iterasi primer
2   Kelola persyaratan
3   Terapkan arsitektur yang berbasis komponen
4   Visualisasikan model perangkat lunak
5   Secara kontinyu, verifikasi kualitas
6   Kendalikan perubahan

 

Empat Fasa Siklus Proyek

Pada RUP didefinisikan terdapat empat fasa siklus proyek. Fasa-fasa ini memungkinkan untuk disajikan dalam bentuk umum mirip dengan pendekatan air terjun, walaupun esensi kunci dari proses terdapat dalam iterasi dalam setiap fasenya. Setiap fase memiliki sebuah objektif kunci dan titik pencapaian akhir yang menandakan ketercapaian objektif. Visualisasi dari fase RUP berikut dengan sumbu waktu dinamakan sebagai grafik RUP hump.

Fasa Insepsi

Objektif primer adalah untuk membatasi sistem dengan cukup sebagai dasar untuk memvalidasi biaya awal dan penganggaran. Pada fasa ini, ditentukan kasus bisnis yaitu: konteks bisnis, faktor sukses (perkiraan pendapatan, pengenalan ke pasar, dll.), dan perkiraan finansial. Sebagai pelengkap kasus bisnis adalah model penggunaan, perencaan proyek, penilaian risiko tahap awal, dan deskripsi proyek disusun.

Fasa Elaborasi

Objektif primer adalah untuk memitigasi risiko kunci yang diidentifikasi dari analisis hingga akhir fase. Fasa elaborasi merupakan fase saat proyek mulai terlihat bentuknya. Pada fase ini, masalah analisis domain dibuat dan arsitektur proyek mulai mendapatkan bentuk dasarnya.

Fasa Konstruksi

Objektif primer adalah untuk membangun sistem perangkat lunak. Fase ini fokus pada pengembangan komponen dan fitur lain dari sistem. Pada fase inilah saat banyak dilakukan pengkodean. Pada proyek yang lebih besar, beberapa iterasi konstruksi dikembangkan sebagai usaha untuk memecah kasus penggunaan menjadi segmen terkelola yang menunjukkan purwarupa.

Fasa Transisi

Objektif primer adalah sebagai perantara sistem dari pengembangan ke produksi, yang tersedia untuk pengguna akhir. Aktivitas dalam fase ini termasuk pelatihan kepada pengguna akhir dan pengelola sistem dan pengujian beta untuk memvalidasi terhadap harapan pengguna akhir.

Semua tahapan tersebut dapat dilalui dengan berbagai metode. Salah satu metode yang biasa digunakan adalah Waterfall workflow. Namun dengan metode ini dirasakan kurang efektif karena membutuhkan lebih banyak cost sampai menghasilkan sistem yang baik. Hal ini dapat terjadi karena modul yang ada dalam sistem tidak dibagi-bagi terlebih dahulu dalam pengujian software.  Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan metode iteration incremental yang membagi modul-modul sehingga kesalahan dapat diatasi sejak dini. Metode ini yang digunakan dalam RUP.

Keuntungan yang didapat dengan menggunakan pendekatan iterasi diantaranya adalah : mengurangi resiko lebih awal, perubahan yang dilakukan lebih mudah diatur, higher level of reuse, project team memiliki waktu lama untuk memahami sistem yang akan dibangun, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik di segala aspek. RUP menawarkan berbagai kemudahan dalam membangun sebuah sotfware, ada yang disebut Six Best Practices yang terdiri dari :

     Develop Iteratively

     Manage Requirement

     Use Component-based Architecture

     Model Visually

     Verify Quality

     Control Changes to software

Semua proses yang dilakukan oleh RUP akan memberikan keuntungan pada tahapan membangun sebuah software. Saat melakukan perancangan sebuah perangkat lunak, tentunya setiap tahapan akan mendapatkan masalah. Biasanya gejala/symptom yang menunjukkan ada masalah dalam proses perancangan software seperti berikut :

     Ketidak akuratan dalam memahami kebutuhan end-user.

     Ketidakmampuan untuk menyetujui perubahan kebutuhan yang diajukan.

     Modul-modul yang dibutuhkan tidak dapat dihubungkan.

     Software yang sulit untuk dibangun atau diperluas.

     Terlambat menemukan kerusakan project yang serius.

     Kualitas software yang buruk.

     Kemampuan software yang tidak dapat diterima.

               Team members yang bekerja sendiri-sendiri sulit untuk mengetahui perubahan yang telah dilakukan karena ada perbedaan dalam membangun software tersebut.

     Ada ketidakpercayaan dalam membangun dan me-release proses.

Usaha untuk menghilangkan symptom ini tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi software developer karena gejala ini dapat terjadi oleh adanya penyebab utama masalah yang timbul saat membangun sebuah sistem, yaitu :

     Requirement management yang tidak mencukupi

     Komunikasi yang ambigu dan tidak tepat

     Arsitektur yang rapuh

     Kompleksitas yang sangat besar

     Tidak terdeteksinya ketidakkonsistenan antara requirement,desain, dan implementasi

     Pengetesan yang tidak mencukupi

     Penilaian status project yang subjektif

     Keterlambatan pengurangan resiko yang disebabkan waterfall development

     Perkembangan yang tidak terkontrol

     Otomatisasi yang kurang

Semua hambatan yang ditemui saat membangun software akan dapat diatasi dengan menggunakan best practise yang telah disebutkan di awal pembahasan. Dengan menggunakan best practise yang diterapkan oleh Rational Unified Process, akar masalah yang menyebabkan timbulnya symptom dalam software developer akan teratasi dengan baik.

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai Rational Unified Process, kita perlu untuk mengetahui terlebih dahulu apa maksud dari proses itu sendiri. Proses merupakan suatu tahapan yang mendefinisikan siapa yang mengerjakan apa, kapan dan bagaimana meraih suatu tujuan yang pasti. RUP merepresentasikan empat elemen dasar untuk memodelkan pertanyaan yang muncul dari sebuah proses, yaitu workers, activities, artifacts, dan workflows. Worker mendefinisikan behavior/kelakuan dan responsibilities dari seseorang atau sebuah team. Dalam Unified Process, worker lebih diartikan sebagai bagaimana team/individual seharusnya bekerja. Sedangkan tanggungjawab bagi worker adalah melakukan serangkaian aktifitas sebagai pemilik dari sekumpulan artifact. Activity dari spesific worker adalah sebuah unit kerja yang dilakukan seorang individu. Tujuannya cukup jelas,yaitu membuat/meng-update artifact. Setiap activity diberikan kepada spesific worker dan harus dapat digunakan sebagai elemen dalam planning dan progress software development. Contoh activity diantaranya : merencanakan sebuah iteration untuk worker Project Manager, menemukan use case dan aktor untuk worker System Analyst, dan sebagainya. Artifact merupakan sekumpulan informasi yang dihasilkan, diubah, dan dipakai dalam sebuah proses. Artifact digunakan sebagai input bagi worker untuk melakukan activity dan juga sebagai output dari activity. Dalam object-oriented design, activities adalah operasi yang dilakukan aktif object(worker) sedangkan artifact sebagai parameter dari activities tersebut. Contoh artifact yaitu: model (uses case model), document,source code,dan lain-lain.
Workflow adalah serangkaian activities yang menghasilkan nilai hasil yang dapat terlihat. Dalam UML, workflow digambarkan dengan sequence diagram, collaboration diagram, atau activity diagram. Workflow tidak selalu dapat dipakai untuk merepresentasikan semua ketergantungan yang ada diantara activities. Karena,terkadang dua buah activities yang digambarkan dalam workflow sebenarnya sangat rapat jalinannya yang melibatkan worker yang sama padahal mungkin penggambarannya tidak terlalu tepat. Jadi, perlu ditetapkan tipe workflow yang paling dibutuhkan dalam process yang disebut Core Process. 




Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/RUP
http://aih25.blogspot.com/2013/03/rup-rational-unified-process.html

Systems Development Life Cycle

Diposkan oleh Ridho Novdian

Systems Development Life Cycle

 
SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).

Menurut para ahli :
System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall & Kendall, 2006). System Development Life Cycle (SDLC) juga merupakan pusat pengembangan sistem informasi yang efisien. SDLC terdiri dari 4 (empat) langkah kunci yaitu, perencanaan dan seleksi, analisis, desain, implementasi dan operasional (Valacich, George, & Hoffer, 2012). Selain itu, System Development Life Cycle (SDLC) adalah sebuah proses memahami bagaimana Sistem Informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang system, membangun sistem, dan memberikannya kepada pengguna (Dennis, Wixom, & Tegarden, 2005).

SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap :
1. Identification, yaitu proses mengidentifikasi kebutuhan! apa saja yang diinginkan dengan memiliki sebuah website? tentunya hal ini berkaitan dengan fasilitas - fasilitas yang ada ddalam website yang akan dibangun itu sendiri.
2. Analysis, proses menganalisa kebutuhan, proses menganalisa fasilitas - fasilitas apa saja yang diinginkan dalam web yang akan dibangun tersebut, berdasarkan proses Identification.
3. Design, yaitu proses perancangan sistem yang akan dibangun baik itu dari sisi desain layout atau tampilan (nilai artistik & estetika nya) ataupun dari sisi teknis seperti database dan aplikasi atau fasilitas yang akan menjadi bagiannya, berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
4.  Implementation, yaitu proses development, proses meng-implemntasi design yang telah dibuat.
5. Testing & Documentation, adalah proses penge-test-an hasil development dan proses mendokumentasikan apa yang telah dibuat.

 Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan
sistem, yaitu:

A. Prototyping

prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Jenis-jenis teknik prototyping adalah:
(a) Trowaway Prototyping.
(b) Evolutionary Prototyping.
(c) Incremental Prototyping.

- Keuntungan menggunakan teknik prototyping:
(a) Mengurangi waktu dan biaya.
(b) Meningkatkan keterlibatan pengguna.
(c) Mengurangi kesalahpahaman dan kesalahan interpretasi dengan pengguna.

- Kelemahan menggunakan teknik prototyping:
(a) Analisis kurang.
(b) Biaya untuk membuat prototyping cukup tinggi.

B. Waterfall

- Keuntungan menggunakan teknik waterfall:
(a) Proses menjadi teratur
(b) Estimasi proses menjadi lebih baik
(c) Jadwal menjadi lebih menentu
- Kelemahan menggunakan teknik waterfall:
(a) Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses
(b) Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen
bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal

C. Spiral

Teknik spiral mencoba menggabungkan model prototyping dan waterfall. Biasa digunakan untuk proyek besar yang mahal dan rumit. Digunakan oleh militer Amerika untuk mengembangkan program Future Combat Systems.

- Keuntungan menggunakan teknik spiral:
(a) Pengguna dan developer bisa memahami dengan baik software yang
dibangun karena progress dapat diamati dengan baik.
(b) Estimasi menjadi lebih realistik seiring berjalannya proyek karena masalah
ditemukan sesegera mungkin.
(c) Lebih mampu menangani perubahan yang sering terjadi pada software
development.
(d) Software engineers bisa bekerja lebih cepat pada proyek.

- Kelemahan menggunakan teknik spiral:
(a) Membutuhkan waktu yang lama.
(b) Membutuhkan dana yang besar.
(c) Membutuhkan planning jangka panjang yang baik agar program bisa selesai
dengan baik.

D. V Model

Teknik V model sering disebut sebagai pengembangan dari teknik waterfall. V untuk verifikasi dan validasi dan merupakan model standar yang banyak dipakai di negara-negara Eropa seperti standar untuk proyek pertahanan dan administrasi federal di Jerman.

-Keuntungan menggunakan teknik V model:
(a) Merupakan model pengembangan terstruktur.
(b) Setiap fase dapat diimplementasikan dengan dokumentasi yang detail dari fase
sebelumnya.
(c) Aktivitas pengujian dapat dimulai di awal proyek, sehingga mengurangi waktu
proyek.

-Kelemahan menggunakan teknik V model adalah dokumentasi harus cukup detail
agar fase selanjutnya dapat berjalan dengan baik.

E. Formal Method

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya. Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna. Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.

- Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.

- Sedangkan kerugiannya adalah:
(a) Biaya Tinggi.
(b) Kompleks
(c) Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya

F. Extreme Programming

Merupakan bagian dari metode agile software development.

- Keuntungan menggunakan teknik extreme programming.
(a) Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Klien.
(b) Meningkatkan Komunikasi dan Sifat Saling Menghargai antar Developer.

- Kelemahan menggunakan teknik extreme programming:
(a) Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan selalu
diterima.
(b) Tidak bisa membuat kode yang detail di awal (prinsip simplicity dan juga
anjuran untuk melakukan apa yang diperlukan hari itu juga). (McLeod &
Schell, 2004; Willy Sudiarto Raharjo; Martin, 1991)



Sumber :
http://blog.stikom.edu/slamet/files/2011/09/Software-Development-Life-Cycle-SDLC-Concept.pptx
http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/
http://kelassisteminformasi.blogspot.com/2009/10/sdlc-system-development-life-cycle.html
http://melengo.wordpress.com/2012/10/18/system-development-life-cycle-sdlc/

Codrops

Diposkan oleh Ridho Novdian


Codrops

Menu Responsif yang Support Retina Display

Kali ini Codrops mengeluarkan tutorial yang brilian lagi, sebuah menu responsif yang sudah support retina, apa itu retina? kalau tidak salah itu salah satu feature pada device iPhone dan iPad, apabila kita hover pada menu atau elemen tertentu seperti teks atau logo, otomatis device akan memperbesar elemen tersebut.

Kelebihan dari menu responsif tutorial dari codrops ini adalah icon yg ada pada menu tersebut tidak akan ter pixelisasi.. atau pecah pecah saat device iPhone atau iPad memperbesar elemen melalui feature retina.

link artikel http://tympanus.net/codrops/2013/05/08/responsive-retina-ready-menu/










Sumber :
http://www.pesan-web.com/ar7ikel.com/view-content-55-menu-responsif-yang-support-retina-display.html

http://tympanus.net/codrops/

Layout Web dengan Layoutit

Diposkan oleh Ridho Novdian

LayoutIt!

Layout Web dengan Layoutit

Apa itu layoutit.com ?
Layoutit.com merupakan tools online untuk membuat layout berbasis twitter bootstrap framework.
Mengapa menggunakan layouit ?
Layoutit sangat berguna untuk membuat layout berbasis twitter bootstrap dengan cepat, css dasar telah disediakan oleh layoutit, mulai dari membuat title, paragraph, search form, horizontal form, dan yang menjadi favorit saya adalah table dan form. Hal ini amatlah memudahkan saya sebagai web developer, karena waktu saya menjadi hemat banyak, apalagi saya penggemar fanatic twitter bootstrap, hampir semua project yang saya kerjakan menggunakan base dari framework ini.

Downloadnya dimana ?
Tools layout ini tidak dapat di download, Anda dapat menggunakannya secara gratis di alamat layoutit.com

Kapan harus menggunakan layoutit ?
Layoutit cocok buat Anda yang ingin membangun web/aplikasi layout berbasis twitter bootstrap dengan cepat dan mudah, dahulu sebelum ada tools ini, memuat layout berbasis twitter bootsrap cukup lama, apalagi jika harus edit sana-sini, dengan tools ini, semuanya menjadi simple, apalagi layout yang sudah kita buat bisa di simpan dan di modif kapan saja, saya rasa tools ini cocok buat Anda pengguna twitter bootstrap framework.

Layoutit cocok buat siapa ?
Pertanyaan menarik, tools ini cocok buat kamu yang ingin cepat membuat layout dengan cepat dan menunjukkan dummy ke client hhe, buat pecinta twitter bootstrap framework, dan buat web developer yang masih newbie tapi pengen bikin layout yang keren dan mudah.

Cara pakainya gimana ?
Gampang sekali, pertama, buat Gridnya, kemudian isi grid-grid dengan component dasar ataupun javascript, semuanya tinggal drag and drop, gak perlu pake coding, bahkan walau hanya satu baris.

So tunggu apalagi, selamat mencoba.

Salam hangat








 


 Sumber :
http://www.layoutit.com/

Ludei - HTML 5

Diposkan oleh Ridho Novdian

Keunggulan Mengembangkan Aplikasi Mobile Berbasis HTML5

www.ludei.com

Mengembangkan suatu aplikasi mobile tentunya harus mempunyai pertimbangan-pertimbangan agar dapat terpakai secara tepat guna dan bermanfaat. Membuat aplikasi mobile terutama untuk smartphone akan sangat baik jika kita menggunakan bahasa pemrograman native. Jika pembaca menggunakan bahasa native untuk membuat aplikasi mobile, kelebihan yang dimiliki diantaranya adalah API yang lebih kaya, spesifikasi fitur lebih lengkap, dan pemaketan sistem lebih baik.

Namun jika suatu saat kita lebih memilih membuat aplikasi mobile smartphone dengan basis web atau HTML5, seperti Phonegap, KendoUI, maupun Sencha Touch. Maka konsekuensi dan pertimbangan pengembangan secara web based harus kita ketahui terlebih dahulu. Berikut akan saya paparkan dua pertimbangan bahwa aplikasi mobile dengan basis HTLM5 memiliki keunggulan tertentu :

1. Mudah
Pembaca tentunya tidak memerlukan developer yang dikhususkan untuk bahasa pemrograman tertentu untuk pembuatan aplikasi  mobile berbasis web, karena kita hanya memerlukan developer web yang sudah mahir disektor HTML, Javascript, JQuery, dan CSS. Kenapa penulis mengatakan lebih mudah ? Karena menurut beberapa survey menyebutkan bahwa bahasa pemrograman HTML sangat familier dan telah banyak dipahami oleh para penggiat teknologi informasi. Seperti survey yang dilakukan oleh KendoUI sebagai salah satu pengembang arsitektur platform berbasis HTML5. Berikut adalah hasil survey tersebut :
yang menjadi pertimbangan disini, kita bisa memilih mengembangkan aplikasi mobile dengan basis web karena kemudahan pengelolaan dan kita cukup membutuhkan SDM dengan spesifikasi web standar.

2. Untuk Semua Platform
Cross platform merupakan keunggulan yang paling diidam-idamkan oleh para pengembang aplikasi mobile. Pengembang tak perlu 5 developer dengan spesifikasi khusus untuk masing-masing platform, cukup satu jenis developer saja yakni web developer. Namun pengembang hanya memerlukan sedikit penyesuaian dan itu tidak berkaitan dengan core programming.
Pengembangan secara cross platform membutuhkan penyesuaian standar masing-masing platform untuk plugin dan API tertentu. Selain itu juga, pengembang juga perlu menyiapkan device atau perangkat untuk semua platform agar aktivitas pengujian berjalan dengan baik.


Ini adalah contoh website yang menyediakan kemudahan didalam membuat aplikasi
https://www.ludei.com







Ini contoh aplikasi yang dibuat di Ludei https://www.ludei.com/showcase/




Sumber :

Definisi PHP

Diposkan oleh Ridho Novdian

Sejarah PHP

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Program Hello World

Program Hello World yang ditulis menggunakan PHP adalah sebagai berikut:
<?php
    echo "Hello World";
?>

Program bilangan Fibonacci

Berikut ini adalah contoh program yang relatif lebih kompleks yang ditulis dengan menggunakan PHP. Contoh program ini adalah program untuk menampilkan 20 bilangan pertama dari deret bilangan Fibonacci.terdapat beberapa variable atau sintax. seperti function. itu merupakan bagian dari javascript.

<?php
function fibonacci_seq( $panjang ) {
   for( $l = array(0,1), $i = 2, $x = 0; $i < $panjang; $i++ )
        $l[] = $l[$x++] + $l[$x];
   return $l;
}
fibonacci_seq(20);
// Angka "20" dapat diganti sesuai keinginan
?>

Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain

Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:
1. 'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.'
2. 'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.'
3. 'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
4. 'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.'
5. 'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'

Tipe data

PHP memiliki 8 tipe data, yaitu:
Boolean
Integer
Float/ Double
String
Array
Object
Resource
NULL

Sumber :
Wikipedia

JQuery User Interface

Diposkan oleh Ridho Novdian

JQuery UI 


 JQuery UI merupakan plugin komponen user interface (hal-hal yang berhubungan dengan antarmuka pengguna) berupa interaksi, widget berfitur lengkap dan efek animasi yang berada di bawah framework JQuery. Setiap komponen dibangun sesuai dengan arsitektur kerja JQuery (menemukan sesuatu, kemudian memanipulasinya) dan memiliki kemampuan untuk menerima tema yang bermacam-macam sesuai dengan keperluan desain — JQuery UI

Sejauh yang Saya pelajari selama ini, dibandingkan dengan kemampuannya sebagai pendukung efek-efek animasi baru yang tidak ada di dalam JQuery, peran JQuery UI lebih mendominasi ke dalam hal-hal yang berhubungan dengan penciptaan aplikasi online dengan standar yang sangat baik:

Slider, button, dialog box, accordion, tooltip, tabs, date picker, progressbar dan masih banyak lagi. Bahkan juga autocomplete seperti dalam fitur HTML5.

Semuanya begitu lengkap hingga sangat mudah sebenarnya ketika seorang pengembang menemukan konsep aplikasi online, JQuery UI bisa mengatasi beberapa masalah yang tersisa seperti tema, objek, variabel dan termasuk dukungan peramban penuh (setidaknya selalu diusahakan begitu sampai sekarang).
 

Contoh Instalasi JQuery UI dalam Bidang Kerja

 
<link href='jqueryui-theme.css' type='text/css' rel='stylesheet'>
<script src='jquery.js' type='text/javascript'></script>
<script src='jqueryui-1.8.1.js' type='text/javascript'></script>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function() {

  // Lakukan sesuatu di sini...

});
</script>

Google Ajax Libraries API (CDN)

JQuery UI siap pakai dari Google yang dapat digunakan:

Framework JQuery UI

<script type='text/javascript' src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.6/jquery-ui.min.js'></script>
<script type='text/javascript' src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.7/jquery-ui.min.js'></script>
<script type='text/javascript' src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.8/jquery-ui.min.js'></script>
...
...
 
dan seterusnya sampai versi terakhir di tahun 2011…
 
<script type='text/javascript' src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.16/jquery-ui.min.js'></script>
  

 

CSS

Revisi CSS mengikuti revisi Framework JQuery UI:

<link rel='stylesheet' type='text/css' href='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.0/themes/base/jquery-ui.css'>
...
...
<link rel='stylesheet' type='text/css' href='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jqueryui/1.8.16/themes/base/jquery-ui.css'>


Dokumentasi

Cara belajar:
Mulai Belajar JQuery UI »


Sumber :
http://www.dte.web.id/2011/12/jquery-ui.html